Penelitian kepemimpinan dalam konteks internasional dan
lintas budaya, dibahas dalam sebuah pertukaran teoritis antara Terri Scandura
dan Peter Dorfman. Mereka menyoroti perbedaan antara kepemimpinan spesifik
budaya dan kepemimpinan universal, serta relevansinya dalam konteks
pasca-Kepemimpinan Global dan Efektivitas Perilaku Organisasi (GLOBE). Isu-isu
teoritis, metodologis, dan praktis dalam penelitian kepemimpinan lintas budaya
dibahas dalam pertukaran mereka.
Poin utama dalam surat Scandura adalah tentang pentingnya
pertanyaan kepemimpinan dalam konteks internasional yang belum dijelaskan.
Mereka membahas apakah kepemimpinan tergantung pada budaya meskipun fenomena
kepemimpinan bersifat universal. Selain itu, mereka mencatat kemungkinan
identifikasi prototipe kepemimpinan universal dan dimensi budaya yang
mempengaruhi perbedaan budaya.
Proyek GLOBE, yang mempelajari kepemimpinan dan variasi
budaya, menunjukkan bahwa ada variasi karakteristik kepemimpinan di antara
negara-negara. Namun, atribut kepemimpinan seperti integritas, visi ke depan,
dan perencanaan dapat dianggap sebagai elemen universal dari kepemimpinan
efektif.
Konsep Teori Kepemimpinan Implisit yang Didukung Secara Budaya (CLT) dikembangkan sebagai bagian dari proyek GLOBE untuk menjelaskan perbedaan kepemimpinan antar kelompok budaya. Profiles CLT kepemimpinan diidentifikasi berdasarkan enam dimensi kepemimpinan global, seperti karismatik, berorientasi pada tim, dan berorientasi pada manusia.
Dalam konteks penelitian kepemimpinan lintas budaya
pasca-GLOBE, penekanan pada pengambilan sampel yang representatif akan semakin
penting. Perbedaan individu dan konteks budaya akan terus menjadi fokus
penelitian, dengan upaya untuk memahami sifat kepemimpinan yang beragam dan
efektif di seluruh dunia.
Kesimpulannya, penelitian kepemimpinan lintas budaya
menghadapi tantangan dan peluang di era globalisasi bisnis saat ini. Dengan
pendekatan yang cermat dan pemahaman yang mendalam tentang perbedaan budaya,
kita dapat memperluas pengetahuan kita tentang kepemimpinan yang efektif dalam
berbagai konteks internasional dan lintas budaya (oleh Hamidah Nurhayati Karmun).
